Tuhan Yang Bela

Untuk bisa bebas dari segala pergumulan yang ada, hal utama yang harus kita lakukan adalah mengerti hati Tuhan kita. Apa yang ada di dalam hati Nya itulah yang paling penting. Seperti yang pernah saya alami. Baru saja hal ini terjadi. Ketika saya sedang melaksanankan Ujian Nasional kelulusan SMA. Apa yang benar itu diputarbalikkan. Kita tahu ya saudara, di dalam dunia pelajar khususnya, hal seperti mencontek, ngepek, dan lain sebagainya itu sudah dianggap sebagai hal yang lazim. Bahkan teman-teman saya sekelas pun ikut melakukannya. Saat sebelum ujian sebenarnya saya sudah berkomitmen pada Tuhan, bahwa saya tidak akan ikut arus dunia. Pada hari pertama, tepatnya ketika pelajaran Bahasa Indonesia saya berhasil dalam artian saya tidak ikut ngepek. Tapi ketika keluar kelas, saya melihat teman-teman saya kok pada ketawa-ketawa. Nah saya berfikir “Wuahh… Apa kepek’annya tembus” begitu Saudara. Sampai akhirnya saya ikutan dalam pelajaran kedua, yaitu pada waktu Biologi. Tapi motivasi saya waktu itu hanyalah ingin membuktikan apa memang benar tembus. Karena sebenarnya tanpa mencontek pun, saya yakin saya bisa mengerjakan. Tapi ya sama saja ngepek saudara, betulkan? Jadi pada waktu itu, saya membuat semua soal terlebih dahulu, baru saya cocokkan dengan kertas kecil yang saya bawa tadi. Tapi , ketika pulang, hati saya itu seakan bisa merasakan bahwa Tuhan sangat marah kepada saya. Sesampainya di rumah saya bercerita kepada mama saya. Saya berkata “ Ma, tadi aku nyocokin jawaban”. Mama saya sudah tahu maksud saya. Lalu beliau berkata “Kamu tahu? Tuhan marah sama kamu. Minta ampun segera sama Tuhan.” Sampai akhirnya saya minta ampun saudara. Lalu saya berjalan sesuai dengan komitmen yang saya ambil. Tapi ternyata tidak berhenti sampai situ saja. Saya harus memikul salib yang sangat berat. Tiba-tiba secara frontal nih , saya dimusuhi oleh satu kelas. Bahkan sahabat baik saya pun ikut memusuhi saya. Cuman gara-gara saya tidak ikut ngepek . Dan saya mengalami tekanan yang sangat berat. Teman-teman itu pada neror lewat sms, bahkan media Facebook, semua berkata ”Tidak ada orang Suci di dunia ini. Jadi kamu jangan sok suci!!!” Bayangkan. Itu saya sedang dalam situasi ujian. Coba kalau saya terpengaruh dan ngedrop mentalnya, saya tidak akan bisa melaksanakan ujian dengan baik. Dan yang tidak habis pikir adalah orang yang meneror saya tersebut adalah orang yang notabennya suka sekali kesaksian di depan persekutuan, yang katanya suka merenungkan firman Tuhan. Tapi ternyata di dalam kesesakan dan keadaan terhimpit, semua langsung kelihatan aslinya. Saya menangis dalam hati. Yang saya lakukan hanyalah berkata pada Tuhan “ Tuhan, seberat apapun salib yang harus aku pikul, aku siap”. Karena pada waktu itu saya mendapat kekuatan dari gembala saya, bahwa Jangan suka mengkorting atau mendiscount salib yang harus kita pikul. Jadi saya hanya diam. Dan saya juga mendapatkan penguatan di dalam Yakobus 1 : 12 “ Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”. Jadi saya hanya diam. Hanya memperhatikan saja. Karna saya tahu Tuhan sendiri berkata “ Pembelaan adalah HAKKU”.

Nah, tapi saudara, tekanan itu bertambah berat. Saya dituduh merebut pacar sahabat saya. Padahal, saya ini ndak pernah melakukan apa-apa. Sampai segitunya mereka benci kepada saya. Lalu saya ndak terima. Saya kan juga manusia. Jadi saya berdoa, saya bilang ke Tuhan isi hati saya. Dan Tuhan menjawab “ Diam…!!! Dan Tenanglah…!!” . dan benar saja, saya diam dan banyak berdoa. Tapi, Pembelaan Tuhan itu sungguh luar biasa saudara. Bukannya saya minta mereka di celakakan, nggak. Nggak pernah sedetik pun . Tapi saya kaget. Ketika mendengar bahwa keesokan harinya, sahabat yang sudah memusuhi saya dan memfitnah saya itu, dirampok habis. Padahal situasinya waktu itu dia sedang dikawal oleh teman-teman cowok yang secara logika, perampok tidak akan bisa merampok.Loh lucu sekali kan? Maka saya berkata, Tuhan itu luar biasa. Mengerti setiap pergumulan anak-anaknya. Dan Puji Tuhan saudara, saya diberi hadiah juga oleh Tuhan. Karena saya bisa tahan uji. Saya mendapatkan Kelulusan dengan nilai yang sangat memuaskan.

Nah Saudara, apapun pergumulan yang sedang kita alami saat-saat ini. Serahkan semua pada Tuhan. Ikuti saja alur Tuhan. Apa yang Dia mau terjadi dalam hidup kita. Sesakit apapun, pikul. Karena Tuhan kita bukanlah Tuhan yang berhutang. Dan Dia tidak akan meninggalkan setiap anakNya yang percaya dan bergantung Pada Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s